
Publikasi tentang kegiatan seni rupa Indonesia yang terbit dengan teratur masih belum banyak. Dari yang sedikit itu sebagian memilih untuk mengambil bentuk majalah yang ekslusif dan terbit dalam jangka waktu yang relatif lebih lama, misalnya dua bulan sekali. Sebagian lagi biasanya diterbitkan dalam skala kecil-kecilan dengan daerah distribusi yang terbatas pula.
Kalau tak salah, awal tahun ini saya mulai menyadari kehadiran Surat, newsletter atau majalah kecil yang diterbitkan secara berkala oleh Indonesian Visual Art Archive (IVAA). Sejak edisi pertama yang saya baca, saya sudah menyukai newsletter ini. Meskipun jumlah halamannya sedikit dan cenderung hitam putih, tulisan-tulisan di dalamnya bisa menjadi alternatif berita seni rupa yang sangat menyegarkan. Surat seringkali memuat tulisan dari generasi penulis seni rupa yang lebih muda, sehingga gaya bahasa, tema dan sudut pandang yang mereka sajikan lebih mengena untuk saya.
Mungkin karena IVAA sendiri ada di Yogyakarta, seringkali juga seniman atau kegiatan yang diliput ada di kota itu. Di edisi yang sampulnya tertera di sini misalnya, ada ulasan buku karya Omi Intan Naomi tentang Ugo Untoro.
Salah satu rubrik Surat yang sangat saya gemari adalah bagian resensi buku. Dari beberapa edisi yang saya telah baca, buku-buku yang mereka kabarkan menurut saya sangat bermanfaat untuk dibeli dan dikoleksi. Berkat info dari Surat saya tahu tentang buku STIKER KOTA yang dibuat oleh tim Ruang Rupa, Jakarta, dan rasanya saya akan membeli juga buku tentang Ugo Untoro itu. Ini bagi saya adalah sesuatu yang penting, bagaimana sebuah media mampu memberi rujukan berikutnya ke media lain, sehingga pembaca bukan hanya selalu mendapat informasi yang baru, tetapi juga berkelanjutan.
Saya mendapatkan Surat karena Goethe-Institut Jakarta adalah salah satu titik penyebaran mereka di Jakarta. Perpustakaan atau individu lain yang juga berminat mungkin terlebih dahulu harus menghubungi redaksi atau bagian distribusi Surat. Alamat dan informasi tentang IVAA saya ketik ulang dari apa yang tertera di newsletter dan website IVAA:
The Indonesian Visual Art Archive (IVAA) is a registered non-profit organization based in Yogyakarta that essentially serves to empower art infrastructure in Indonesia and the development of contemporary culture through the medium of visual art. Its primary focus is documentation, research, its library, and organizing educational programs and visual art explorations.
IVAA was founded in 1995 and was formerly named the Cemeti Art Foundation (CAF). In April 2007 CAF changed its name to Indonesian Visual Art Archive. This name change aims to solidify its vision and focus as the only center of contemporary visual art data collection, research, and documentation in Indonesia.
Therefore, Indonesian Visual Art Archive (IVAA) developed as a think-tank, as well as laboratory for creative thoughts and activities supporting visual arts and contemporary ideas through both practice and discourse.
Jalan Patehan Tengah No.37
Yogyakarta 55133 INDONESIA
Tel. +62 274 375 247
Telp./Fax. +62 274 372 095
Email. ivaa@ivaa-online.org
http://ivaa-online.org/inside/









